Monday, December 8, 2025

FITNAH TERHADAP AISYAH

Oleh : Azhari

 

Pada perang Bani Musthaliq Rasulullah saw mengajak istrinya Aisyah ikut serta. Tiba didekat Madinah rombongan Rasulullah saw beristirahat dan bermalam. Saat rombongan berangkat Aisyah sedang memenuhi hajatnya dan kalung Aisyah terlepas, Aisyah mencari ketempat semula dan tidak menemukan kalungnya. Saat Aisyah kembali rombongan sudah tidak ada, sementara rombongan mengira Aisyah telah naik unta dan duduk didalam sekedup.

 

Aisyah kemudian tidur sambil menunggu dan berharap ada yang menjemputnya kembali. Kemudian Shafwan bin al-Muaththal as-Sulami melewatinya dan melihat Aisyah. Shafwan kemudian membawa Aisyah dengan untanya dan menuntunnya dengan berjalan kaki.

 

Saat tiba di Madinah rombongan melihat Aisyah bersama Shafwan, saat itulah berita bohong disebar olah kaum munafik. Setiba di Madinah Aisyah sakit dan tidak mendengar berita yang tersebar, Rasulullah saw dan kedua orang tua Aisyah juga tidak memberitahu Aisyah. Aisyah kemudian tinggal dan dirawat ibunya selama 20 hari hingga sembuh.

 

Munafik yang aktif menyebar kebohongan adalah Abdullah bin Ubai dikalangan al-Khazraj, hingga nyaris terjadi peperangan antara al-Aus dan al-Khazraj. Suatu malam Ummu Mistah bercerita kepada Aisyah tentang berita bohong yang tersebar di Madinah.

 

Rasulullah saw kemudian menemui Aisyah dan bersabda, ‘Hai Aisyah, engkau telah mendengar omongan orang tentang dirimu, oleh karena itu bertawakal-lah kepada Allah. Jika engkau telah mengerjakan kesalahan bertaubatlah kepada Allah, karena Allah menerima taubat hamba-hamba-Nya’ Aisyah bersedih dan menyatakan bahwa dirinya bersih dari berita bohong tersebut.

 

Rasulullah saw belum beranjak dari tempat duduknya, kemudian wahyu turun dan Rasulullah saw bersabda, ‘Bergembiralah engkau wahai Aisyah, karena Allah telah menurunkan ayat tentang kesucian dirimu’

 

Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kalian juga. Janganlah kalian kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kalian bahkan ia adalah baik bagi kalian. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa diantara mereka yang mengambil bagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar (An-Nur 11).

 

Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam

No comments:

Post a Comment