Oleh : Azhari
Pada perang Bani Musthaliq Rasulullah saw mengajak istrinya Aisyah ikut
serta. Tiba didekat Madinah rombongan Rasulullah saw beristirahat dan bermalam.
Saat rombongan berangkat Aisyah sedang memenuhi hajatnya dan kalung Aisyah
terlepas, Aisyah mencari ketempat semula dan tidak menemukan kalungnya. Saat
Aisyah kembali rombongan sudah tidak ada, sementara rombongan mengira Aisyah
telah naik unta dan duduk didalam sekedup.
Aisyah kemudian tidur sambil menunggu dan berharap ada yang
menjemputnya kembali. Kemudian Shafwan bin al-Muaththal as-Sulami melewatinya
dan melihat Aisyah. Shafwan kemudian membawa Aisyah dengan untanya dan
menuntunnya dengan berjalan kaki.
Saat tiba di Madinah rombongan melihat Aisyah bersama Shafwan, saat
itulah berita bohong disebar olah kaum munafik. Setiba di Madinah Aisyah sakit
dan tidak mendengar berita yang tersebar, Rasulullah saw dan kedua orang tua Aisyah
juga tidak memberitahu Aisyah. Aisyah kemudian tinggal dan dirawat ibunya
selama 20 hari hingga sembuh.
Munafik yang aktif menyebar kebohongan adalah Abdullah bin Ubai
dikalangan al-Khazraj, hingga nyaris terjadi peperangan antara al-Aus dan
al-Khazraj. Suatu malam Ummu Mistah bercerita kepada Aisyah tentang berita
bohong yang tersebar di Madinah.
Rasulullah saw kemudian menemui Aisyah dan bersabda, ‘Hai Aisyah,
engkau telah mendengar omongan orang tentang dirimu, oleh karena itu
bertawakal-lah kepada Allah. Jika engkau telah mengerjakan kesalahan
bertaubatlah kepada Allah, karena Allah menerima taubat hamba-hamba-Nya’ Aisyah
bersedih dan menyatakan bahwa dirinya bersih dari berita bohong tersebut.
Rasulullah saw belum beranjak dari tempat duduknya, kemudian wahyu
turun dan Rasulullah saw bersabda, ‘Bergembiralah engkau wahai Aisyah, karena
Allah telah menurunkan ayat tentang kesucian dirimu’
Sesungguhnya
orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kalian juga.
Janganlah kalian kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kalian bahkan ia
adalah baik bagi kalian. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari
dosa yang dikerjakannya. Dan siapa diantara mereka yang mengambil bagian yang
terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar (An-Nur 11).
Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam
0 comments:
Post a Comment