Oleh : Azhari
Perang Mu’tah terjadi pada tahun 8 H, perang Mu’tah adalah peperangan
antara kaum muslimin melawan pasukan Rumawi. Pasukan kaum muslimin berangkat
dengan 3.000 orang menuju Syam, sementara pasukan Rumawi dan gabungan orang
Arab dipimpin Hirekleus sebanyak 100.000 orang.
Rasulullah menunjuk Zaid bin Haritsah sebagai panglima perang. Sabda
terkenal Rasulullah saw, ‘Jika Zaid gugur maka yang menjadi komandan adalah
Ja’far bin Abi Thalib. Jika Ja’far gugur maka yang menjadi komandan adalah Abdullah
bin Rawahah’
Ketika mengetahui jumlah musuh yang begitu besar, maka ada yang
mengusulkan agar mengirim surat ke Madinah untuk meminta bantuan pasukan.
Kemudian Abdullah bin Rawahah memberikan motivasi kepada pasukan, bahwa sesuatu
yang kalian takutkan (mati) justru yang kalian dambakan (syahid). Mengajak
pasukan maju ke medan perang dan memperoleh salah satu dari dua kebaikan, Kemenangan atau Mati Syahid !
Saat pertempuran Zaid yang memegang bendera perang gugur terkena tombak
musuh, Zaid kemudian digantikan oleh Ja’far. Ja’far turun dari kudanya dan
bertempur, Ja’far memegang bendera perang dengan tangan kanan hingga putus, kemudian
dipindahkan ketangan kirinya hingga putus, kemudian dia dekap bendera dengan
kedua lengannya hingga gugur. Ja’far gugur saat berusia 33 tahun, di surga
nanti Allah akan memberikan sayap kepada Ja’far sehingga dia bisa terbang
kemanapun dia suka.
Saat Ja’far gugur digantikan oleh Abdullah yang memegang bendera
perang. Abdullah bertempur hingga gugur dan digantikan oleh Khalid bin Walid.
Khalid memegang bedera perang dan bertempur, Khalid kemudian memutuskan mundur
dan pulang ke Madinah.
Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam
0 comments:
Post a Comment