MAFAHIM ISLAM

MEMAHAMI ISLAM DENGAN MUDAH

Oleh : Azhari

 

Katakanlah, ‘Apakah kamu memperdebatkan dengan kami tentang Allah, padahal Dia adalah Tuhan kami dan Tuhan kamu; bagi kami amalan kami dan bagi kamu amalan kamu dan hanya kepada-Nya kami mengikhlaskan hati. Ataukah kamu (hai orang-orang Yahudi dan Nasrani) mengatakan bahwa Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya adalah penganut agama Yahudi atau Nasrani?’ Katakanlah, ‘Apakah kamu yang lebih mengetahui ataukah Allah, dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang menyembunyikan syahadah dari Allah yang ada padanya? Dan Allah sekali-kali tiada lengah dari apa yang kamu kerjakan’ (Al-Baqarah 139-140).

 

Sejak awal agama diturunkan Allah hanya satu yakni penyerahan diri kepada Allah (Islam), meskipun berbeda-beda syari’atnya. Agama para Nabi sama yakni menyembah Allah dan tidak ada sekutu bagi-Nya, hanya Allah yang wajib disembah sesuai syariat yang diturunkan-Nya.

 

Rasulullah saw bersabda,

Sesungguhnya kami para Nabi satu agama dan para Nabi adalah bersaudara walau dengan berbagai syari’at (yang bervariasi), dan sesungguhnya orang yang paling dekat dengan putra Maryam (Isa) adalah aku, karena antara aku dengan dia tidak ada Nabi lain (HR. Bukhari dan Muslim).

 

Berbagai macam syariat yang berubah-ubah hal yang wajar, sebagaimana juga terjadi didalam Islam. Allah pernah memerintahkan shalat menghadap ke Baitul Maqdis, kemudian Allah merubah menghadap ke Ka’bah. Allah menetapkan Sabtu sebagai hari yang mulia bagi Bani Israil dan hari Jum’at bagi umat Islam.

 

Sehingga mereka yang menolak masuk agama Musa as sebelum syari’at baru ditetapkan maka dia bukan hamba yang berserah diri (muslim). Mereka yang menolak masuk agama Muhammad saw setelah Allah merubah agama sebelumnya maka dia bukan muslim.

 

Kitab : Tidak Meniru Golongan Kafir [Iqtidhau ash-shiratil mustaqim mukhalifatu ash-habil jahim]

Karangan : Ibnu Taimiyah

Oleh : Azhari

 

Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah saw, ‘Wahai Rasulullah, apakah Tuhan kita dekat?, kami ingin berbicara dengan-Nya. Ataukah ia jauh?, kami akan memanggil-Nya’

Tak lama kemudian Allah menurunkan firman-Nya,

 

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), permohonan orang yang mendo’akan apabila bahwa Aku adalah dekat. Aku mengabulkan ia berdo’a kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran (Al-Baqarah 186).

 

Dua hal pokok agar do’a dikabulkan yakni keta’atan kepada Allah dan meyakini Dia akan mengabulkan do’a hambanya. Jika kita selalu ta’at menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, maka pasti Allah akan mengabulkan do’a yang kita panjatkan.

 

Dan Dia memperkenankan (do’a) orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal yang saleh dan menambah (pahala) kepada mereka dari karunia-Nya (Asy-Syura 26).

 

Sebagian manusia bersifat sombong, jika do’anya terkabul maka ia mengira karena banyaknya amal kebaikan. Allah swt memberikan peringatan,

 

Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa), Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar (Al-Mukminun 55-56).

 

Kitab : Tidak Meniru Golongan Kafir [Iqtidhau ash-shiratil mustaqim mukhalifatu ash-habil jahim]

Karangan : Ibnu Taimiyah

Oleh : Azhari

 

Maka apakah patut kamu (bagi orang-orang musyrik) menganggap Al-Laata dan Al-Uzza dan Manah yang ketiga, yang paling kemudian (sebagai anak perempuan Allah)? Apakah (patut) untuk kamu (anak) laki-laki dan untuk Allah (anak) perempuan? Yang demikian itu tentulah suatu pembagian yang tidak adil (An-Najam 19-22).

 

Laata adalah berhala bagi penduduk Thaif, awalnya Laata adalah nama seorang saleh yang sering memberikan anggur untuk jamaah haji. Setelah ia meninggal dunia banyak orang tidur diatas kuburnya. Kemudian mereka membangun sebuah patung sebagai monumen diatas kuburnya, akhirnya mereka menyembah patung itu.

 

Uzza adalah sebuah pohon yang dikeramatkan oleh penduduk Mekah. Mereka menyembelih hewan untuk sesaji sambil berdo’a sesuai keinginan mereka. Melihat perbuatan yang sesat itu, Rasulullah saw memerintahkan Khalid bin Walid menguasai Mekah dan menghancurkan tradisi penyembahan kepada Uzza.

 

Manah terletak diantara celah gunung yang memisahkan antara kota Mekah dan Madinah. Penduduk Madinah menganggap berhala tersebut sebagai tuhan dan menyembahnya

 

Walhasil, mengunjungi tempat-tempat keramat seperti kuburan orang-orang saleh, berharap memperoleh berkah bertentangan tuntunan syara’ dan merupakan perbuatan mungkar. Meskipun ditempat yang dikeramatkan tersebut dilakukan shalat, zikir dan membaca al-Qur'an. Karena mereka menganggap melalui perantara kuburan orang saleh do’anya akan dikabulkan, ini perbuatan menyekutukan Allah swt.

 

Dalam kitab-kitab yang ditulis oleh para ulama terdahulu tidak ada keterangan sedikitpun yang menyebutkan perlunya meminta berkah pada kuburan orang-orang saleh. Para ulama melarang mengerjakannya.

 

Kitab : Tidak Meniru Golongan Kafir [Iqtidhau ash-shiratil mustaqim mukhalifatu ash-habil jahim]

Karangan : Ibnu Taimiyah

AZHARI

AZHARI

Renungan

KEBERANIANKU TIDAK AKAN MEMPERPENDEK UMURKU

KETAKUTANKU TIDAK AKAN MEMPERPANJANG UMURKU

AKU AKAN TERUS BERJUANG SEMAMPUKU

UNTUK KEBENARAN DAN KEADILAN

HINGGA ALLAH MEMANGGILKU PULANG

ALLAHU AKBAR !



free counters

Pernyataan

Silahkan mengutip artikel di blog ini karena hak cipta hanya milik Allah swt.