MAFAHIM ISLAM

MEMAHAMI ISLAM DENGAN MUDAH

Oleh : Azhari


Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat (An-Nashr 1-3).

 

Surah ini diturunkan setelah Fathu Makkah (penaklukan kota Mekah) pada bulan Ramadhan tahun ke 8 H. Para sahabat menganggap sebagai berita gembira atas kemenangan Islam.

 

Tapi Abu Bakar dan Abdullah bin Abbas memaknai lain bahwa hal ini sebagai isyarat risalah keislaman telah sempurna dan Rasulullah saw tidak lama lagi akan meninggalkan mereka, sehingga mereka menangis saat Rasulullah saw membacakan surah ini.

 

Ini merupakan surah terakhir yang diwahyukan Allah swt, sehingga surah An-Nashr disebut juga Surah At-Taudi’ (perpisahan). Menurut beberapa riwayat Rasulullah saw wafat 80 hari setelah surah ini diturunkan.


Oleh : Azhari


Surah Al-Lahab diturunkan khusus tentang Abu Lahab dan istrinya Ummu Jamil. Abu Lahab adalah paman kandung Rasulullah saw, nama lengkapnya Abdul ‘Uzza bin Abdul Muththalib. Meskipun memiliki kekerabatan yang sangat dekat tapi dia penentang keras dakwah Rasulullah saw.

 

Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak (Al-Lahab 1-3).

 

Ayat ini merupakan salah satu bukti bahwa al-Quran merupakan wahyu Allah swt, karena Allah memastikan Abu Lahab masuk neraka sementara Abu Lahab masih hidup. Bukankah bisa saja Abu Lahab pura-pura masuk Islam sehingga membantah kerasulan Muhammad dan membatalkan kebenaran Al-Quran. Namun takdir Allah berkata lain, bertahun-tahun setelahnya Abu Lahab tetap dalam keadaan kafir.


Oleh : Azhari

 

Katakanlah, ‘Apakah kamu memperdebatkan dengan kami tentang Allah, padahal Dia adalah Tuhan kami dan Tuhan kamu; bagi kami amalan kami dan bagi kamu amalan kamu dan hanya kepada-Nya kami mengikhlaskan hati. Ataukah kamu (hai orang-orang Yahudi dan Nasrani) mengatakan bahwa Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya adalah penganut agama Yahudi atau Nasrani?’ Katakanlah, ‘Apakah kamu yang lebih mengetahui ataukah Allah, dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang menyembunyikan syahadah dari Allah yang ada padanya? Dan Allah sekali-kali tiada lengah dari apa yang kamu kerjakan’ (Al-Baqarah 139-140).

 

Sejak awal agama diturunkan Allah hanya satu yakni penyerahan diri kepada Allah (Islam), meskipun berbeda-beda syari’atnya. Agama para Nabi sama yakni menyembah Allah dan tidak ada sekutu bagi-Nya, hanya Allah yang wajib disembah sesuai syariat yang diturunkan-Nya.

 

Rasulullah saw bersabda,

Sesungguhnya kami para Nabi satu agama dan para Nabi adalah bersaudara walau dengan berbagai syari’at (yang bervariasi), dan sesungguhnya orang yang paling dekat dengan putra Maryam (Isa) adalah aku, karena antara aku dengan dia tidak ada Nabi lain (HR. Bukhari dan Muslim).

 

Berbagai macam syariat yang berubah-ubah hal yang wajar, sebagaimana juga terjadi didalam Islam. Allah pernah memerintahkan shalat menghadap ke Baitul Maqdis, kemudian Allah merubah menghadap ke Ka’bah. Allah menetapkan Sabtu sebagai hari yang mulia bagi Bani Israil dan hari Jum’at bagi umat Islam.

 

Sehingga mereka yang menolak masuk agama Musa as sebelum syari’at baru ditetapkan maka dia bukan hamba yang berserah diri (muslim). Mereka yang menolak masuk agama Muhammad saw setelah Allah merubah agama sebelumnya maka dia bukan muslim.

 

Kitab : Tidak Meniru Golongan Kafir [Iqtidhau ash-shiratil mustaqim mukhalifatu ash-habil jahim]

Karangan : Ibnu Taimiyah

AZHARI

AZHARI

Renungan

KEBERANIANKU TIDAK AKAN MEMPERPENDEK UMURKU

KETAKUTANKU TIDAK AKAN MEMPERPANJANG UMURKU

AKU AKAN TERUS BERJUANG SEMAMPUKU

UNTUK KEBENARAN DAN KEADILAN

HINGGA ALLAH MEMANGGILKU PULANG

ALLAHU AKBAR !



free counters

Pernyataan

Silahkan mengutip artikel di blog ini karena hak cipta hanya milik Allah swt.