Oleh : Azhari
Abdullah bin Umar ra salah satu sahabat yang beruntung menimba ilmu langsung
dari mata air kenabian, dididik dirumah Rasulullah saw. Abdullah bin Umar
merupakan salah satu ulama besar di kalangan sahabat, bahkan termasuk ar-ruwat as-sab’ah, orang yang paling
banyak meriwayatkan hadis langsung dari Rasulullah saw.
Abdullah bin Umar hidup dalam lingkungan kenabian, tumbuh remaja dalam
taman sunnah dan matang dalam pendidikan ilmu yang bermanfaat, diwariskan
langsung dari Rasulullah saw. Beliau hidup sebagai seorang yang zuhud, ahli
ibadah, tawadhu dan tidak pernah musyrik. la menyatakan keislamannya bersama
ayahnya (Umar bin Khaththab).
Rasulullah memegang bahunya
seraya berkata, Jadilah engkau
didunia seakan-akan engkau orang asing atau sedang mampir (HR. Bukhari).
Asing dari keduniaan dan harta, terasing kecuali dari takwa, zuhud dan
amalan saleh sehingga Allah meridhainya. Ia menjadi seorang yang zuhud yakni zuhud
yang Islami yang berjalan diatas aI-Quran dan sunnah, bukan zuhud ala India dan
sufi. Ibnu Umar tidur pada malam hari hanya sebentar saja, dia banyak melakukan
qiyamullail.
Ibnu Umar sedang melakukan qiyamullail, tiba-tiba Salim anaknya berumur
8 tahun datang dan ikut melakukan qiyamullail bersama bapaknya.
Ibnu umar berkata, ‘Anakku istirahatlah’
Salim berkata, ‘Tapi mengapa engkau tidak beristirahat?’
Ibnu Umar menjawab, 'Aku menginginkan pahala dari Allah’
Salim berkata, ‘Aku juga menginginkan pahala dari Allah’
Dan orang orang
yang berkata, ‘Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan
keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi
orang-orang yang bertakwa’ (Al-Furqan 74).
Abdullah bin Umar wafat dalam keadaan baik, meninggalkan ilmu yang
sangat banyak dan anak yang saleh bernama Salim bin Abdullah.
Inilah Akidahku (Hazihi Aqidati)
'Aidh bin Abdullah al-Qarni
0 comments:
Post a Comment