Oleh : Azhari
Abu Bakar menangis di samping Rasulullah saw ketika ayat ini turun,
Barangsiapa yang mengerjakan
kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu (An-Nisa' 123).
Rasulullah bertanya kepada Abu Bakar, ‘Mengapa engkau menangis?’
Jawab Abu Bakar, ‘Wahai Rasulullah, Allah telah berfirman, Barangsiapa
yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan
itu. Bagaimana kita berbuat setelah turunnya ayat ini, Kita memang hanya
dibebani dengan amalan-amalan yang mampu kita laksanakan tapi bagaimana kita
melakukan amalan-amalan itu setelah turunnya ayat ini?’
Rasulullah berkata, ‘Allah akan mengampunimu wahai Abu Bakar. Tidakkah
engkau sakit? Tidakkah engkau bersedih? Tidakkah engkau dirundung kegalauan?
Tidakkah engkau sedang gundah?’
Jawab Abu Bakar, ‘Benar, wahai Rasulullah’
Kata Rasulullah, ‘Itu adalah ampunan’
Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan semua hal ini menjadi
ampunan bagi kita. Jika tidak, betapa banyak kesalahan-kesalahan kita. Bila
rahmat dan maaf Allah tidak diberikan kepada kita, niscaya kita akan binasa.
Dari Aisyah ra berkata Rasulullah
pernah bersabda, ‘Tidak ada satu musibah-pun yang menimpa orang muslim kecuali
Allah mengampuninya dengan musibah tersebut sampai duri yang menusuk kakinya’
(HR. Bukhari dan Muslim).
Abu Darda berkata, ‘Aku mencintai tiga hal yang tidak disukai oleh umat
manusia; aku mencintai kefakiran karena dalam kefakiran terdapat ketenangan
dengan Rabbku, aku mencintai sakit karena dalam sakit terdapat pengampunan bagi
segala kesalahanku, dan aku mencintai kematian karena kematian merupakan
pertemuanku dengan Rabbku’
Inilah Akidahku (Hazihi Aqidati)
'Aidh bin Abdullah al-Qarni
0 comments:
Post a Comment