MAFAHIM ISLAM

MEMAHAMI ISLAM DENGAN MUDAH

Oleh: Azhari

Assalamu’alaikum ww,

Ya Ukhti (saudariku), sungguh aku sedih dan bingung melihat penampilanmu. Aku sedih karena dengan mudahnya engkau termakan bujuk rayu menjalankan budaya yang bertentangan dengan agamamu. Aku bingung karena sulit bagiku membedakan apakah engkau muslimah atau bukan, karena sama saja penampilanmu dengan mereka yang bukan seagama denganmu.

Ya Ukhti, mengapakah engkau masih melalaikan kewajibanmu?. Tidak cukupkah ayat dan hadist yang menjelaskan dengan tegas kewajiban menutupi auratmu? Bukankah Al-Quran dengan terang-benderang telah menjelaskannya,

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (Al-Ahzab 59).

Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung sampai kedadanya (An-Nur 31).

Begitu juga Rasulullah dalam hadist shahihnya telah menguraikan bagaimana tata cara menutup aurat yang sempurna dan sesuat syari’at Islam,

Asma, sesungguhnya perempuan itu jika telah baliqh tidak pantas untuk ditampakkan dari tubuhnya kecuali ini dan ini (sambil menunjukkan wajahnya dan telapak tangan) (Diriwayatkan dari Aisyah ra).

Datangi dia, lalu kamu bikinkan pakaian luar agar menutupi pakaiannya, saya khawatir nampak bentuk badannya (HR Ahmad dan Baihaqi).

Janganlah engkau tertipu kepada mereka yang tidak mewajibkan menutup aurat bagi kaummu. Mereka yang berdalih menutup aurat ini merupakan budaya Arab semata, mereka telah sesat dan menyesatkan dirimu. Cukuplah Allah swt dan Rasul-Nya serta ulama salafus shalih saja menjadi acuanmu.

Ya Ukhti, Rasul kita menjelaskan bahwa wanita shalihah itu bagaikan perhiasan yang indah dan mahal. Engkau pasti tahu bagaimana memperlakukan perhiasanmu. Engkau akan jaga sehingga tangan jahil tidak mengganggunya, engkau simpan dengan rapi sehingga setiap orang tidak seenaknya melihatnya dan hanya orang tertentu saja yang boleh menikmati keindahannya.

Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasannya adalah wanita shalihah (HR Muslim, Ahmad dan An-Nasa’i).

Ya Ukhti, cara menutup aurat yang disyariatkan Allah swt tidak mengikatkan jilbab-mu kebelakang tetapi menjulurkan hingga menutupi dadamu (kudung). Tidak menggunakan celana jeans dan kaos ketat tetapi menggunakan pakaian yang panjang dan longgar (jalaabib). Tidak menggunakan kain tipis dan transparan tetapi kain yang cukup tebal untuk menutupi lekuk tubuhmu. Tidak menggunakan baju dengan lengan setengah tiang tetapi menutupi seluruh tubuhmu kecuali muka dan telapak tangan.

Ya Ukhti, setiap engkau tidak menutup auratmu dan laki-laki yang bukan mahram-mu melihatnya, maka selama itu pula “argometer” dosamu berputar. Bisakah engkau hitung telah berapa lama engkau tidak menutup auratmu semenjak baligh?. Bisakah engkau hitung dosa yang telah engkau tabung karena tidak menutup auratmu?. Bisakah engkau perkirakan berapa sisa umurmu untuk menebus dosa-dosa itu?.

Ya Ukhti, apakah alasanmu tidak menutup auratmu? Apakah engkau takut kehilangan pekerjaan, bukankah pekerjaan itu “mubah” saja bagimu sedangkan menutup aurat “wajib” bagimu? Apakah engkau takut dianggap Islam radikal/ fundamentalis/teroris oleh manusia lain, bukankah lebih baik engkau takut akan murka Allah swt daripada kepada sesama manusia?. Apakah engkau merasa gerah atau panas jika menutup aurat, bukankah adzab neraka jauh lebih pedih dan panas? Apakah engkau dilarang suamimu menggunakannya, bukankah seorang wanita berhak tidak mematuhi suaminya jika ia harus menjalankan kewajiban agamanya? Apakah engkau berjanji akan menutup aurat jika sudah tua nanti? sedangkan tiada yang tahu kapan Allah swt akan mengambil nyawamu? Apakah engkau takut… apakah engkau takut…. Tidak Ukhti, engkau hanya patut takut kepada Allah swt semata.

Ya Ukhti, saksikanlah kaummu yang telah menjalankan syariat agama ini. Bukankah mereka lebih cantik dan bersih, wajah mereka bersinar cemerlang dan merekapun terjaga dari perilaku usil karena para pria nakal sungkan mengganggu mereka. Maka sungguh beruntung mereka, sudah berpahala, cantik dan aman pula.

Ya Ukhti, berjanjilah sekarang juga untuk menutup auratmu karena adzab Allah swt sangat pedih bagi orang-orang yang lalai menjalankan kewajibannya.
Ya Ukhti, aku rindu melihatmu menutup aurat sehingga akupun terhindar melihat yang bukan hakku.

Ya Ukhti, kasihinilah dirimu dan diriku.

Wallahua’lam

0 comments:

AZHARI

AZHARI

Renungan

KEBERANIANKU TIDAK AKAN MEMPERPENDEK UMURKU

KETAKUTANKU TIDAK AKAN MEMPERPANJANG UMURKU

AKU AKAN TERUS BERJUANG SEMAMPUKU

UNTUK KEBENARAN DAN KEADILAN

HINGGA ALLAH MEMANGGILKU PULANG

ALLAHU AKBAR !



free counters

Pernyataan

Silahkan mengutip artikel di blog ini karena hak cipta hanya milik Allah swt.