MAFAHIM

Islam adalah sistem yang mengatur seluruh aspek kehidupan

Oleh: Azhari

Sering kita melihat seorang pengamen berbadan tegap dan sehat, bernyanyi dengan suara sumbang dan musik tepuk tangan. Atau pengemis dengan tambalan perban dan obat luka di kaki dan tangan, dengan wajah memelas menengadahkan tangan. Atau seorang ibu berbadan tambun menggendong balita kurus membersihkan kaca mobil dengan kemoceng di lampu merah, tidak terlihat wajahnya kesusahan malahan balita yang digendongnya kelihatan lemas karena kepanasan, debu dan asap kendaraan.

Orang-orang ini mempunyai kemampuan untuk berkerja keras karena fisiknya kuat, tidak cacat dan badannya sehat. Tetapi mereka tidak mau bekerja keras dan lebih senang menjadi pengamen, pengemis atau pembersih kaca mobil. Terang saja mereka betah karena penghasilan lumayan tanpa kerja keras. Penghasilan pengamen dan pengemis di Jakata bisa mencapai Rp 50.000 – 100.000 per hari atau Rp 1,5 juta hingga 3 juta sebulan. Hebat!, tiga kali lipat standar UMR DKI Jakarta yang hanya Rp 972.000.

Mereka ini orang-orang yang malas dan tidak mau bekerja keras, sementara ladang pekerjaan begitu luas. Maunya yang instan, pekerjaan ringan dengan hasil yang besar. Tidak mau berkotor-kotor seperti petani atau memeras keringat seperti tukang becak.

Inilah potret masyarakat kita, malas dan ingin cepat kaya. Sehingga tidak heran ketika marak SDSB, porkas dan undian berhadiah lainnya, penyumbang terbanyak adalah orang-orang miskin (bukan orang kaya) karena tergiur iming-iming hadiah besar dengan hanya membeli kupon undian. Setelah SDSB dan sejenisnya di tutup, muncul lagi ”togel” (toto gelap) yakni menebak angka-angka hasil toto di Singapura.

Islam memuliakan orang-orang yang mau bekerja dan mencela pengemis. Pengamen, pembersih kaca kendaraan dan pekerjaan sejenis termasuk kategori pengemis yang menunggu belas kasihan orang lain tanpa mau bekerja keras. Mereka yang mengemis telah kehilangan sesuatu yang sangat berharga dalam dirinya yakni harga diri (izzah), mereka singkirkan rasa malu dan merendahkan dirinya sendiri.

Diriwayatkan bagaimana Rasulullah saw mencium tangan seseorang yang kapalan karena bekerja keras. Dalam banyak hadis dijelaskan betapa pentingnya bekerja dan mencela para pengemis.

Salah seorang diantara kalian pergi pagi-pagi mengumpulkan kayu bakar, lalu memikulnya dan berbuat baik dengannya (menjualnya), sehingga dia tidak lagi memerlukan pemberian manusia, maka itu baik baginya dari pada dia mengemis pada seseorang yang mungkin memberinya atau menolaknya (HR. Muslim, Ahmad dan At-Tirmizi).

Tangan di atas (memberi) itu lebih baik dari tangan di bawah (meminta), mulailah dari orang yang menjadi tanggunganmu, dan sebaik-baik sedekah adalah dari selebihnya keperluan (HR. Nasa’i, Muslim dan Ahmad).

Tidaklah sekali-kali seseorang makan suatu makanan yang lebih baik daripada makan dari hasil kerja tangannya sendiri, dan sesungguhnya Nabi Dawud makan dari hasil tangannya sendiri (HR. Bukhari).

Bahkan ada dosa-dosa yang tidak bisa diampuni kecuali dengan bekerja.

Rasulullah saw bersabda, ”Sesungguhnya diantara dosa-dosa itu, ada yang tidak dapat terhapus dengan puasa dan shalat” Maka para sahabat pun bertanya, “Apakah yang dapat menghapusnya, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, ”Bersusah payah dalam mencari nafkah” (HR. Bukhari).

Bekerja adalah kewajiban dan perbuatan mulia selama dilakukan secara halal, bekerja dari pagi hingga sore jika diniatkan untuk menjalankan kewajiban dalam mencari nafkah maka sepanjang waktu bernilai pahala.

Wallahua’lam

2 comments:

Semoga bekerja kita ternilai ibadah oleh Allah SWT, dan semoga rizki penghasilan yang kita dapatkan adalah rizki yang halal dan berkah, amin...

oya pak, maaf... paragraf terakhir sepertinya ada yang kurang kalimatnya...

"Bekerja adalah kewajiban dan perbuatan mulia selama dilakukan secara halal, bekerja dari pagi hingga sore jika diniatkan untuk menjalankan kewajiban dalam mencari nafkah maka sepanjang waktu "

Betul terima kasih, segera diperbaiki.

salam,
azh

AZHARI

AZHARI

Renungan

Merupakan kesempurnaan Islam bila seseorang meninggalkan apa saja yang tidak berguna bagi dirinya (HR Ahmad)

Pernyataan

Silahkan mengutip artikel di blog ini karena hak cipta hanya milik Allah swt.