Oleh : Azhari
Ibrahim as dan Ismail as membangun ka’bah di Mekah, menjadikannya
tempat ibadah agar manusia beriman kepada Allah. Kemudian hari ka’bah menjadi
tempat berhala sesembahan kaum paganisme, lebih dari 300 berhala (patung)
didalam ka’bah, masing-masing kabilah mempunyai berhala sendiri.
Kedudukan ka’bah sebagai rumah suci menyebabkan daerah lain membuat
rumah ibadah sendiri untuk menyaingi ka’bah. Kaum Ghassan membuat rumah ibadah
di Hira. Abraha membuat rumah ibadah di Yaman. Bahkan Abraha menghiasi rumah
ibadahnya dengan ornamen mewah tapi tidak menarik orang-orang untuk ziarah,
mereka masih mengunjungi ka’bah.
Abraha kemudian menuju Mekah untuk menghancurkan ka’bah, mengirim
pasukan besar dan Abraha sendiri duduk diatas gajah besar. Setelah mendekati
Mekah Abraha mengirim utusan untuk menemui Abdul Muthalib. Disampaikan bahwa
Abraha datang bukan untuk berperang tapi untuk menghancurkan ka’bah.
Abdul Muthalib menemui Abraha, negosiasi tidak berjalan baik dan Abraha
tetap ingin menghancurkan ka’bah. Abdul Muthalib kemudian meminta penduduk
menyingkir kebukit sekitar ka’bah karena Abraha dan pasukannya akan memasuki
ka’bah.
Saat memasuki Mekah pasukan Abraha diserang wabah cacar. Serangannya
sangat hebat sehingga membuat pasukan Abraha mundur ke Yaman. Wabah ini menular
sehingga banyak pasukan mati, Abraha sendiri karena penyakitnya meninggal di
Shan’a. Sehingga tahun itu dikenal dengan tahun Gajah.
Sejarah Hidup Muhammad