MAFAHIM ISLAM

MEMAHAMI ISLAM DENGAN MUDAH

Oleh : Azhari


Setiap manusia pasti mati dan pasti menjalani sakratul maut. Saat mati pilihannya ada dua; husnul khatimah atau suul khatimah (baik atau buruk).

 

Mereka yang melakukan kemaksiatan tidak sadar, meskipun  para juru dakwah menyampaikan seruan dan mengajak kepada kebenaran, namun mereka tidak mau menerimanya. Sehingga saat sakratul maut sedang melakukan kemaksiatan; mencuri, membunuh, berzina, mabuk, meninggalkan shalat, dll.

 

Mereka yang tenggelam dalam kehidupan duniawi dengan segala kesenangan, kemewahan dan kesibukannya sehingga lupa kepada Allah. Mereka yang biasa melakukan sesuatu maka saat mati akan mengerjakan sesuatu tersebut, meskipun keluarganya berusaha mentalqinkan tapi dia tidak sanggup mengatakannya. Saat sakratul maut, pemusik bersenandung dengan lagu kesukaannya, seorang pedagang sibuk menyebut harga barang dagangannya. Padahal, jika pada akhir hayatnya menyebut kalimat tauhid ‘Laa ilaaha illallaah’ maka surga balasannya.

 

Barangsiapa yang kalimat terakhir dia ucapkan adalah 'Laa ilaaha illallaah dia akan masuk surga’ (HR. Abu Dawud).

 

Maka perbanyaklah membaca al-Quran, berzikir dan ibadah lainnya sehingga berharap mati dalam dalam keadaan beribadah.

 

Sakitnya sakratul maut luar biasa. Amru bin Ash menggambarkan seakan-akan gunung menimpa dadanya sehingga kesulitan bernafas. Umar bin Khathab menggambarkan seperti dipukul dengan batang berduri dari pohon bidara. Seluruh durinya menusuk urat, lalu batang duri itu ditarik kembali sampai setiap urat tertarik bersamanya. Rasulullah saw saat sakratul maut mengambil kain lantas meletakkan pada wajah beliau dan keringatnya bercucuran. Beliau berdoa,

 

Ya Allah, tolonglah aku menghadapi sakratul maut (HR. Tirmizi dan Ibnu Majah).

 

Dianjurkan berdoa agar dimatikan Allah dalam keadaan baik. Amir bin Tsabit memohon kepada Allah agar dimatikan dalam keadaan sujud. Pada suatu hari saat melakukan shalat maghrib, ia diambil oleh Allah keharibaan-Nya saat sujud pada raka’at terakhir.

 

Gerbang Kematian (Waja’at sakratul maut bil haq)

'Aidh bin Abdullah al-Qarni


0 comments:

AZHARI

AZHARI

Renungan

KEBERANIANKU TIDAK AKAN MEMPERPENDEK UMURKU

KETAKUTANKU TIDAK AKAN MEMPERPANJANG UMURKU

AKU AKAN TERUS BERJUANG SEMAMPUKU

UNTUK KEBENARAN DAN KEADILAN

HINGGA ALLAH MEMANGGILKU PULANG

ALLAHU AKBAR !



free counters

Pernyataan

Silahkan mengutip artikel di blog ini karena hak cipta hanya milik Allah swt.