Oleh : Azhari
Penaklukan Mekah diawali pelanggaran perjanjian Hudaibiyah antara
Rasulullah saw dengan kaum Quraisy, yakni perjanjian Bani Bakr bersekutu dengan
Quraisy, sedangkan Bani Khuza’ah bersekutu dengan Rasulullah saw.
Bani Bakr kemudian melanggar perjanjian dengan menyerang Bani Khuza’ah,
Bani Bakr dibantu oleh Quraisy. Mereka membunuh dan menawan beberapa orang dari
Bani Khuza’ah. Amir bin Salim dari Bani Khuza’ah berangkat ke Madinah dan
mengadu kepada Rasulullah saw, kemudian Rasulullah saw menyatakan akan membantu
Bani Khuza’ah.
Kaum Quraisy ketakutan karena telah melanggar perjanjian Hudaibiyah dan
mengutus Abus Sufyan untuk melakukan negosiasi perjanjian antara Quraisy dan
Rasulullah saw. Abu Sufyan berangkat ke Madinah, Abus Sufyan bertemu dan
berbicara kepada Rasulullah saw tapi tidak diacuhkan. Abu Sufyan kemudian
membujuk Abu Bakar untuk bicara dengan Rasulullah saw tapi ditolak. Abu Sufyan
kemudian membujuk Umar tapi ditolak. Abu Sufyan kemudian membujuk Ali tapi
ditolak. Abu Sufyan pulang ke Mekah dengan gagal total.
Rasulullah saw melakukan persiapan bersama kaum muslimin dan merahasiakan
penaklukan Mekah kepada kaum Quraisy, sehingga kaum muslimin bisa menyerang
dengan tiba-tiba. Hathib bin Abu Balta’ah berkhianat dengan membocorkan
informasi kepada kaum Quraisy, dia mengutus seorang wanita membawa surat untuk
disampaikan kepada kaum Quraisy. Rasulullah saw kemudian menerima wahyu
pengkhianatan Hathib dan menyuruh Ali menyusul wanita tersebut, Ali berhasil
menyita surat tersebut.
Rasulullah saw menginterogasi Hathib alasan membocorkan rahasia kepada
kaum Quraisy, Hathib beralasan keluarganya di Mekah hidup ditengah kaum
Quraisy. Umar minta izin untuk membunuh Hathib karena pengkhianatannya,
Rasulullah saw melarang dan memaafkan Hathib. Al-Quran menjelaskan tentang
Hathib dalam surah Al-Mumtahanah 1-4.
Penaklukan Mekah terjadi pada tanggal 10 Ramadhan tahun 10 H, beliau
berangkat dengan 10.000 pasukan kaum muslimin, termasuk seluruh kaum Muhajirin
dan Anshar. Al-Abbas bin Abdul Muththalib mengajak Abu Sufyan menemui
Rasulullah saw untuk meminta jaminan keamanan dan Abu Sufyan masuk Islam.
Kemudian Rasulullah saw bersabda, ‘Barangsiapa memasuki rumah Abu Sufyan maka
ia aman. Barangsiapa menutup pintu rumahnya maka ia aman. Barangsiapa memasuki
masjidil Haram maka ia aman’
Rasulullah saw memerintahkan Al-Abbas untuk membawa Abu Sufyan didekat
gunung sehingga bisa menyaksikan ribuan pasukan kaum muslimin bergerak menuju
Mekah, sehingga menimbulkan ketakutan kaum Quraisy. Setiap kabilah-kabilah Arab
melewatinya Abu Sufyan bertanya kepada Al-Abbas tentang nama kabilah tersebut. Terakhir
Rasulullah saw lewat bersama Muhajirin dan Anshar lengkap senjata dan baju
besinya.
Setelah menyaksikan pasukan kaum muslimin Abu Sufyan pulang ke Mekah
dan berkata kepada kaum Quraisy, ‘Hai orang-orang Quraisy, inilah Muhammad datang
kepada kalian dengan membawa pasukan yang tiada tandingannya. Oleh karena itu,
barangsiapa memasuki rumah Abu Sufyan maka ia aman. Barangsiapa menutup pintu
rumahnya maka ia aman. Barangsiapa memasuki masjidil Haram maka ia aman’ Kaum
Quraisy berlarian, sebagian menutup pintu rumahnya, sebagian lagi memasuki
masjidil Haram.
Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam
0 comments:
Post a Comment