Oleh : Azhari
Dari Abu Yazid Ma’n bin Yazid bin Al Akhnas; dia, ayah dan kakeknya
semua adalah sahabat Rasul. Dia berkata, ‘Dahulu Abu Yazid keluar membawa
beberapa uang dinar yang hendak ia sedekahkan. Kemudian ia menyerahkannya
kepada seseorang yang berada di mesjid (untuk dibagikan). Kemudian aku (Ma’n)
datang dan mengambilnya lantas aku mendatanginya dengan membawa uang tersebut.
Abu Yazid berkata, ‘Demi Allah, bukan kamu yang saya inginkan’ Kemudian aku
mengadukannya kepada Rasulullah saw maka beliau bersabda,
Bagimu apa yang kamu niatkan
wahai Yazid dan bagimu apa yang kamu ambil wahai Ma’n (HR. Bukhari).
Hadis ini mengisahkan Ma’n dan ayahnya Abu Yazid. Abu Yazid berniat
sedekah dengan menyerahkan beberapa dirham kepada seorang laki-laki yang berada
di mesjid untuk diserahkan kepada orang fakir. Kemudian anaknya Ma’n ikut
mengambil sedekah, kemungkinan laki-laki yang diberi amanah tidak tahu bahwa
Ma'n adalah anaknya Abu Yazid.
Abu Yazid kemudian mengadu kepada Rasulullah saw bahwa dia tidak
berniat bersedekah kepada Ma’n. Rasulullah saw bersabda bahwa bagi Abu Yazid amalnya
apa yang diniatkan dan begitu juga bagi Ma’n.
Dari sabda Rasulullah saw dapat dipahami bahwa semua amal tergantung niatnya, amal seseorang dicatat sebagai pahala
sesuai dengan niatnya bukan apa yang dia ucapkan.
Misal, jika seseorang ingin melakukan umrah sebelum haji (tamattu’)
tapi dia tidak paham beda antara umrah dan haji. Kemudian ia berhaji dengan
melafazkan, ‘Labbaika hajjan’ (saya sambut panggilan-Mu ya Allah dengan haji). Meskipun
ucapannya melakukan ibadah haji tapi niatnya melakukan umrah, maka baginya apa
yang ia niatkan yakni memperoleh ibadah umrah. Ucapan lisannya yang lebih cepat
tidak berpengaruh sama sekali.
Kitab : Lautan Hikmah dari kisah-kisah nyata dan berharga [Al-Qaulut Tsamin
min Qashashi Ibni Utsaimin]
Karangan : Shalahuddin Mahmud as-Sa’id
0 comments:
Post a Comment