Oleh : Azhari
Seorang wanita dari Juhainah mendatangi Rasulullah saw dalam keadaan
hamil dari hasil perzinaan. Wanita itu berkata, ‘Wahai Rasulullah, saya telah
melanggar had, maka tegakkanlah hukum tersebut padaku’
Maka Rasulullah memanggil walinya dan bersabda, ‘Berbuat baiklah kamu
kepadanya, bila ia telah melahirkan bawalah ia kehadapanku’
Orang itu melakukannya kemudian Rasulullah saw memutuskan bagi wanita
tersebut, maka diikat bajunya kuat-kuat. Kemudian beliau memberikan
perintahnya, maka wanita itu dirajam. Setelah itu beliau menshalatinya, maka
Umar berkata kepada beliau, ‘Anda menshalatinya, ya Rasulullah, padahal ia
berzina?’
Beliau bersabda, ‘Sungguh ia telah bertaubat dengan taubat yang andai
dibagikan kepada tujuh puluh penduduk Madinah benar-benar akan mencukupi
mereka. Apakah kamu dapati sesuatu yang lebih afdhal dari wanita ini yang telah
mendermakan jiwanya untuk Allah?’ (HR. Muslim).
Hadis ini menjelaskan bahwa seseorang yang telah menikah (muhshan)
laki-laki atau wanita, jika melakukan perzinaan maka hukum Islam dirajam hingga
mati. Dirajam dengan cara menempatkan pelaku ditengah lapangan, kemudian
orang-orang melempari dengan batu. Hal ini balasan kematian yang menyakitkan
atas perbuatannya mencari kenikmatan dengan cara yang haram.
Dalam hal ini wanita tersebut mengaku telah berzina, tujuannya untuk
menegakkan hukum had atas dirinya sehingga dosanya diampuni dan dihapuskan
Allah swt. Sehingga ketika Umar ra menanyakan kenapa Rasulullah saw bersedia
menshalatkan wanita tersebut, Beliau menjawab bahwa taubatnya diterima dan jika
dibagikan taubat tersebut mencukupi untuk 70 orang.
Kitab : Lautan Hikmah dari kisah-kisah nyata dan berharga [Al-Qaulut Tsamin
min Qashashi Ibni Utsaimin]
Karangan : Shalahuddin Mahmud as-Sa’id
0 comments:
Post a Comment