Oleh : Azhari
Membaca Yasin bagi orang yang
telah meninggal
Para ulama ahli hadis kalangan Ahlussunnah menyatakan hadis membacakan
Yasin kepada orang yang meninggal bukan termasuk sunnah.
Rasulullah saw bersabda, ‘Bacakanlah
surat Yasin kepada orang-orang matimu (Abu Dawud, An-Nasa'i dan Ibnu Hibban).
Imam Ad-Daruquthni berkata bahwa hadis mudtharib, tidak sahih. Pada
sanadnya terdapat Abu Usman, (bukan An-Nahdi) dan kami tidak mengenalnya.
Sementara sanadnya diperselisihkan oleh banyak hafizh dan mereka menolaknya.
Sunnah dan aqidah tidak boleh ditetapkan dengan hadits dha'if seperti ini, seorang
muslim hanya mengamalkan hadits yang ma'tsur (berasal dari Rasulullah saw).
Menshalatkan jenazah yang bunuh
diri
Jabir bin Samurah ra meriwayatkan dalam Sahih Muslim, bahwa ada seorang
laki-laki bunuh diri lalu mati dan Rasulullah saw tidak menyalatinya.
Para ahli ilmu mengatakan bahwa ini peringatan kepada kaum muslimin untuk
tidak menyalati orang yang bunuh diri, para sahabat juga tidak menyalatinya. Perbuatan
bunuh diri salah satu dosa besar.
Mayat disiksa atas tangisan keluarga
Sesungguhnya mayat akan disiksa karena tangisan
keluarganya (HR. Bukhari dan Muslim).
Tangisan yang dilarang adalah tangisan yang disertai ratapan, dengan
suara keras, sambil meraung-raung dan tidak pasrah kepada takdir. Sedangkan tangisan
karena sedih hingga meneteskan air mata maka dibolehkan. Rasulullah saw pernah
sedih dan meneteskan air mata karena sedih saat kematian Ibrahim putranya.
Beliau berkata,
'Mata meneteskan air mata, hatipun
duka dan kita tidak mengucapkan sesuatu selain yang diridhai oleh Tuhan kita.
Dan sesungguhnya kita berpisah denganmu dengan berduka, hai Ibrahim. (HR.
Bukhari dan Muslim).
Menyediakan makanan bagi
pentakziah
Asy-Syaukani menyatakan bahwa masa takziah maksimal 3 hari. Keluarga
yang berduka tidak boleh direpotkan dengan membuatkan makanan bagi para
pentakziah, seperti yang sering disaksikan saat ini. Justru tetangga dan tamu
yang membuatkan makanan untuk keluarga orang yang berduka tersebut.
Buatkan makanan untuk keluarga
Ja'far. Sesungguhnya mereka telah tertimpa kesusahan karena kematian Ja'far
(HR. Tirmizi dan Abu Dawud).
Dishalatkan 3 shaf pasti masuk
surga
Barangsiapa yang dishalati oleh
tiga shaf, maka dia pasti masuk surga (HR. Tirmizi dan Abu Dawud).
Ini termasuk hadis marfu' berasal dari Malik bin Hubairah, hadis ini
tidak sesuai dengan Bukhari. Pensahihan oleh al-Hakim tidak tepat seperti yang
dinyatakan oleh sebagian ulama.
Jabir meriwayatkan dalam Bukhari, ‘Maka Rasulullah saw membariskan kami
sehingga aku berdiri di Shaf kedua’ Dalam riwayat lain, ‘Aku berbaris di Shaf
ketiga’ Hadis ini menunjukkan bahwa Rasulullah menyuruh mereka berbaris. Shaf
tersebut dimaksudkan untuk mendatangkan pahala.
Shalat jenazah dilapangan terbuka, para ulama dari hadis berpendapat sebagaimana
yang dikemukakan oleh Ibnu Hajar, mereka lebih baik membuat banyak shaf kebelakang
meskipun tempat luas dan panjang.
Kitab : Gerbang Kematian (Waja’at sakratul maut bil haq)
0 comments:
Post a Comment