Oleh : Azhari
Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah saw, ‘Wahai Rasulullah,
apakah Tuhan kita dekat?, kami ingin berbicara dengan-Nya. Ataukah ia jauh?,
kami akan memanggil-Nya’
Tak lama kemudian Allah menurunkan firman-Nya,
Dan apabila hamba-hamba-Ku
bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), permohonan orang yang mendo’akan
apabila bahwa Aku adalah dekat. Aku mengabulkan ia berdo’a kepada-Ku, maka hendaklah
mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman
kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran (Al-Baqarah 186).
Dua hal pokok agar do’a dikabulkan yakni keta’atan kepada Allah dan meyakini Dia akan mengabulkan do’a hambanya.
Jika kita selalu ta’at menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala
larangan-Nya, maka pasti Allah akan mengabulkan do’a yang kita panjatkan.
Dan Dia memperkenankan (do’a)
orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal yang saleh dan menambah (pahala)
kepada mereka dari karunia-Nya (Asy-Syura 26).
Sebagian manusia bersifat sombong, jika do’anya terkabul maka ia
mengira karena banyaknya amal kebaikan. Allah swt memberikan peringatan,
Apakah mereka mengira bahwa harta
dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa), Kami
bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? Tidak, sebenarnya mereka
tidak sadar (Al-Mukminun 55-56).
Kitab : Tidak Meniru Golongan Kafir [Iqtidhau ash-shiratil mustaqim
mukhalifatu ash-habil jahim]
Karangan : Ibnu Taimiyah
0 comments:
Post a Comment