Oleh : Azhari
Maka apakah patut kamu (bagi
orang-orang musyrik) menganggap Al-Laata dan Al-Uzza dan Manah yang ketiga,
yang paling kemudian (sebagai anak perempuan Allah)? Apakah (patut) untuk kamu
(anak) laki-laki dan untuk Allah (anak) perempuan? Yang demikian itu tentulah suatu
pembagian yang tidak adil (An-Najam 19-22).
Laata adalah berhala bagi penduduk Thaif, awalnya Laata adalah nama
seorang saleh yang sering memberikan anggur untuk jamaah haji. Setelah ia
meninggal dunia banyak orang tidur diatas kuburnya. Kemudian mereka membangun sebuah
patung sebagai monumen diatas kuburnya, akhirnya mereka menyembah patung itu.
Uzza adalah sebuah pohon yang dikeramatkan oleh penduduk Mekah. Mereka menyembelih
hewan untuk sesaji sambil berdo’a sesuai keinginan mereka. Melihat perbuatan
yang sesat itu, Rasulullah saw memerintahkan Khalid bin Walid menguasai Mekah
dan menghancurkan tradisi penyembahan kepada Uzza.
Manah terletak diantara celah gunung yang memisahkan antara kota Mekah
dan Madinah. Penduduk Madinah menganggap berhala tersebut sebagai tuhan dan
menyembahnya
Walhasil, mengunjungi tempat-tempat keramat seperti kuburan orang-orang
saleh, berharap memperoleh berkah bertentangan tuntunan syara’ dan merupakan perbuatan
mungkar. Meskipun ditempat yang dikeramatkan tersebut dilakukan shalat, zikir dan
membaca al-Qur'an. Karena mereka menganggap melalui perantara kuburan orang
saleh do’anya akan dikabulkan, ini perbuatan menyekutukan Allah swt.
Dalam kitab-kitab yang ditulis oleh para ulama terdahulu tidak ada
keterangan sedikitpun yang menyebutkan perlunya meminta berkah pada kuburan
orang-orang saleh. Para ulama melarang mengerjakannya.
Kitab : Tidak Meniru Golongan Kafir [Iqtidhau ash-shiratil mustaqim
mukhalifatu ash-habil jahim]
Karangan : Ibnu Taimiyah
0 comments:
Post a Comment