MAFAHIM ISLAM

MEMAHAMI ISLAM DENGAN MUDAH

Oleh : Azhari


Islam mempunyai aturan prinsip yang tegas dalam menerima informasi, dengan cara menyeleksinya, mencermati, mendalaminya sebelum disampaikan kepada yang lain.

 

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita maka periksalah dengan teliti (al-Hujurat 6).

 

Dan mungkin saja orang yang membawa berita itu lebih faqih dari orang yang menerima. Dan mungkin pula orang yang membawa berita itu tidak lebih faqih dari orang yang menerima (HR Tirmizi, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad).

 

Berdasarkan acuan diatas maka muncul Ilmu Musthalah Hadis, yakni ilmu tentang mengetahui Sanad dan Matan hadis, diterima atau ditolaknya sebuah hadis. Sanad adalah urutan perawi hadis dan harus tersambung kepada Rasulullah saw, sedangkan Matan adalah teks hadis itu sendiri. Dari sini dapat dipahami bahwa hadis tergantung dua hal, Sanad dan Matan.

 

Menentukan kualitas sebuah hadis perlu proses yang panjang. Dalam hal Sanad, sebuah hadis tertolak jika sanadnya terputus, perawi cacat; orang kafir, belum baligh, pelupa, pembohong, fasik, akhlak buruk, dll. Dalam hal Matan, teks hadis tidak boleh bertentangan dengan al-Quran, hadis sahih yang lain, sirah nabawiyah, akal manusia, kebiasaan Rasulullah saw, dll. Dari proses seleksi yang ketat tersebut maka kualitas hadis terbagi; hadis sahih, hasan dan dha’if.

 

Sebuah hadis dikatakan Sahih jika memenuhi 5 syarat; sanadnya tersambung, para perawi adil dan dabith (sempurna), tidak ada ‘ilat (cacat) dan tidak syadz (pertentangan).

 

Contoh tersambungnya sanad dapat dilihat dari Hadis riwayat Bukhari dalam Bab Azan,

Telah bercerita kepada kami Abdullah bin Yusuf, yang berkata telah mengkhabarkan kepada kami Malik, dari Ibnu Sihab, dari Muhammad bin Jabir bin Muth’im, dari bapaknya, yang berkata ‘Aku mendengar dari Rasulullah saw membaca surat ath-Thur diwaktu (shalat) Maghrib’

 

Artinya, sebuah hadis sahih sudah pasti dari Rasulullah saw, seratus persen tidak ada keraguan, karena sanadnya tersambung hingga Rasulullah saw. Selain itu, Rasulullah saw manusia yang maksum bebas dari segala dosa dan kesalahan.

 

Hadis sahih sudah pasti tidak berlawanan dengan al-Quran karena hadis juga merupakan wahyu dari Allah. Setidaknya ada 4 ayat dalam al-Quran yang memberitakan bahwa hadis (assunnah) adalah wahyu, dalam ayat an-Najm 3-4, al-An’am 50, an-Nisa 113 dan Ali Imran 164.

 

Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka dan mengajarkan kepada mereka kitab (al-Quran) dan hikmah (hadis). Meskipun sebelumnya mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata (Ali Imran 164).

 

Jika sebuah hadis tidak ada dalam al-Quran, bukan berarti Allah swt lupa memasukkan kedalam al-Quran, bukan pula hadis itu berlawanan dengan al-Quran. Mustahil hadis sahih berlawanan dengan al-Quran, karena syarat hadis sahih Matan-nya tidak boleh bertentangan dengan al-Quran. Tetapi al-Quran dan hadis masing-masing ada fungsinya, hadis sebagai penjelas ayat-ayat al-Quran. Tentang shalat misalnya, dalam al-Quran diwajibkan shalat (al-Baqarah 43), tapi tata cara shalat (fiqih shalat) al-Quran tidak menjelaskan tapi diuraikan secara rinci oleh hadis.

 

Jika kita pengikut Rasulullah saw, mencintai beliau, mengikuti tuntunan beliau dan ingin dapat syafa’at diakhirat nanti, tentu kita harus meyakini dan mengamalkan hadis sahih ini. Seperti halnya ijma’ (kesepakatan) ulama ahli hadis dan ahli fiqih bahwa wajib seorang muslim meyakini hadis sahih dan diharamkan meninggalkannya.

 

Wallahua’lam

 

Catatan :

1. Hadis adalah segala sesuatu yang disandarkan kepada Rasulullah saw, berupa perkataan, perbuatan, diamnya (taqrir) dan sifat Rasulullah saw.

2. Sanad adalah urutan para periwayat hadis.

3. Matan adalah teks hadis.

 

Referensi :

1. Ilmu Mushthalah Hadis, A. Qadir Hassan

2. Taisir Musthalah al-Hadits, Mahmud Thahan

 

Wallahua’lam, 

0 comments:

AZHARI

AZHARI

Renungan

KEBERANIANKU TIDAK AKAN MEMPERPENDEK UMURKU

KETAKUTANKU TIDAK AKAN MEMPERPANJANG UMURKU

AKU AKAN TERUS BERJUANG SEMAMPUKU

UNTUK KEBENARAN DAN KEADILAN

HINGGA ALLAH MEMANGGILKU PULANG

ALLAHU AKBAR !



free counters

Pernyataan

Silahkan mengutip artikel di blog ini karena hak cipta hanya milik Allah swt.