Oleh : Azhari
Rasulullah saw menerima delegasi Bani Hanifah dan diantaranya terdapat
Musailamah bin Habib Al-Hanafi Al-Kazzab. Setelah bertemu Rasulullah saw delegasi
Bani Hanifah kemudian masuk Islam, termasuk Musailamah dan mereka diberi hadiah
oleh Rasulullah saw.
Ketika delegasi Bani Hanifah sampai di Yamamah, Musailamah murtad dan
mengaku sebagai nabi dia berkata, ‘Aku berbagi sama dalam hal ini bersama
Muhammad’ Musailamah kemudian menghalalkan khamr dan menghapus kewajiban shalat
untuk Bani Hanifah. Musailamah membuat ayat-ayat palsu untuk menandingi al-Quran,
‘Sungguh Allah telah memberi kenikmatan kepada wanita hamil. Darinya
Dia mengeluarkan jiwa yang bisa berusaha. Diantara kulit bagian dalam dengan
isi perut’
Musailamah mengirim surat kepada Rasulullah saw bahwa mengaku seorang
nabi,
‘Dari Musailamah Rasulullah kepada Muhammad Rasulullah, salamun alaika.
Amma ba’du.
Sesungguhnya aku berbagi sama denganmu dalam masalah ini. Kami berhak
atas setengah bumi dan Quraisy berhak atas setengah lainnya, namun Quraisy
adalah orang-orang yang melewati batas’
Saat utusan menyerahkan surat Musailamah kepada Rasulullah saw, beliau
bersabda, ‘Demi Allah, jika utusan itu boleh dibunuh, aku pasti memenggal leher
kalian berdua’
Rasulullah saw membalas surat Musailamah,
‘Bismillahirrahmaanirrahiim.
Dari Muhammad Rasulullah kepada Musailamah al-Kazzab (pendusta). Salam
sejahtera atas siapa saja yang mengikuti petunjuk.
Amma ba’du.
Sesungguhnya bumi milik Allah yang diwariskan kepada siapa saja dari
hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya dan hasil akhir itu milik orang-orang yang
bertakwa’
Pada saat perang Yamamah, Musailamah berhasil dibunuh oleh Wahsyi dengan
tombaknya (lihat artikel HAMZAH PEMIMPIN PARA SYUHADA).
Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam
0 comments:
Post a Comment