Oleh : Azhari
Awal sakitnya Rasulullah saw saat beliau malam hari menuju pekuburan
Baqi’ untuk meminta ampunan bagi penghuni kuburan Baqi’ Setelah meminta ampunan
Rasulullah saw kemudian berkata kepada Abu Muwaihibah (mantan budak), ‘ Wahai
Muhaibiah, aku telah diberi kunci-kunci kekayaan dunia, keabadian didalamnya
dan surga, kemudian aku disuruh memilihnya dengan pilihan bertemu Tuhanku dan
surga’ Ketika Abu Muhaibiah meminta Rasulullah saw memilih kunci-kunci kekayaan
dunia, Rasulullah saw bersabda, ‘Tidak, demi Allah aku memilih bertemu Tuhanku
dan surga’ Aisyah menceritakan bahwa Rasulullah saw bersabda, ‘Sesungguhnya Allah tidak mewafatkan seorang
nabi-pun, melainkan Dia memberinya pilihan’
Sepulang dari pekuburan Baqi’ Rasulullah saw mengalami sakit kepala,
Aisyah merawat Rasulullah saw dirumahnya. Saat sakitnya semakin parah
Rasulullah saw meminta Aisyah menyiramkan air kepadanya. Rasulullah saw menemui
kaum muslimin dan bersabda, ‘Sesungguhnya salah seorang dari hamba-hamba Allah
disuruh memilih antara dunia dan akhirat dengan apa yang ada disisi-Nya,
kemudian hamba tersebut memilih apa yang ada disisi-Nya’ Mendengar perkataan tersebut
Abu Bakar menangis karena memahami hamba yang dimaksud adalah Rasulullah saw
sendiri, kehidupan Rasulullah saw bersama umatnya akan berakhir.
Rasulullah saw memerintahkan Abu Bakar menggantikan beliau sebagai imam
shalat, Aisyah meminta Rasulullah saw mengganti sahabat lain yang menjadi imam,
karena Abu Bakar orang yang perasa, suaranya rendah dan sering menangis saat
membaca al-Quran. Tapi Rasulullah saw tetap meminta Abu Bakar menjadi imam.
Pada hari Senin saat kaum muslimin akan menunaikan shalat subuh,
Rasulullah saw keluar dari kamarnya. Abu Bakar yang sudah bersiap-siap menjadi
imam mundur untuk memberi jalan kepada Rasulullah saw menjadi imam, tapi
Rasulullah saw tetap meminta Abu Bakar menjadi imam. Setelah shalat Rasulullah
saw pulang kerumah dan berbaring dipangkuan Aisyah. Setelah bersiwak Rasulullah
saw berkata, ‘Ketempat tertinggi di surga’, kemudian Rasulullah saw wafat.
Ketika mendengar kabar wafatnya Rasulullah saw, Umar mengira bahwa
beliau tidak wafat hanya pergi sebentar, seperti halnya Nabi Musa meninggalkan
kaumnya dan kembali setelah 40 hari. Abu Bakar menenangkan Umar dan berkata,
‘Hai manusia, barangsiapa menyembah Muhammad, sesungguhnya beliau telah wafat.
Barangsiapa menyembah Allah maka Allah hidup dan tidak mati’ Abu Bakar
melanjutkan membaca ayat,
Muhammad itu
tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa
orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kalian berbalik kebelakang
(murtad)? Barangsiapa yang berbalik kebelakang, maka ia tidak dapat
mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi balasan
kepada orang-orang yang bersyukur (Ali Imran 144).
Mendengar ayat tersebut Umar terduduk ditanah dan meyakini Rasulullah
saw telah wafat.
Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam
0 comments:
Post a Comment