Oleh : Azhari
Setelah terpilih khalifah Abu Bakar (lihat artikel Pengangkatan Khalifah) maka para sahabat mengurus jenazah
Rasulullah saw, yang memandikan Rasulullah saw antara lain; Ali, Al-Abbas,
Al-Fadhl, Qutsam, Usamah dan Syuqran (mantan budak Rasulullah saw). Aus bin
Khauli dari al-Khazraj meminta ikut memandikan Rasulullah saw dan Ali mengizinkan.
Rasulullah saw dimandikan tanpa melepas pakaian beliau, para sahabat menggosok badan
beliau diatas pakaian. Kemudian Rasulullah saw dikafani dengan 3 lapis kain.
Kaum muslimin bermusyawarah dimana Rasulullah saw akan dimakamkan,
kemudian Abu Bakar berkata, ‘Aku mendengar Rasulullah saw bersabda, Tidaklah seorang nabi meninggal dunia
melainkan dia dimakamkan ditempat ia meninggal dunia’ Kemudian ranjang
beliau diangkat dan digali kuburan dibawahnya.
Kaum muslimin secara bergelombang bergantian menyalatkan beliau.
Pertama menyalatkan kaum laki-laki, berikutnya wanita, berikutnya anak-anak.
Rasulullah saw dimakamkan pada hari Selasa malam hari. Para sahabat yang turun
kekuburan antara lain; Ali, Al-Fadhl, Qutsam, Syuqran dan Aus bin Khauli. Al-Mughirah
bin Syu’bah berpura-pura menjatuhkan cincinnya kekuburan Rasulullah saw,
kemudian turun kekuburan dan menyentuh jasad beliau. Sehingga menyatakan dialah
orang terakhir yang menyentuh jasad Rasulullah saw, begitu besar kecintaan kaum
muslimin kepada Rasulullah saw.
Ketika Rasulullah saw wafat sebagian besar penduduk Mekah menjadi murtad,
kaum yahudi dan nasrani merasa bisa berkuasa kembali, serta kaum munafik muncul
terang-terangan. Kepada penduduk Mekah yang murtad Suhail bin Amr mengancam
bahwa siapa yang ragu-ragu akan memenggal leher mereka. Sehingga orang-orang
yang murtad kembali kepada Islam. Sementara kaum muslimin seperti kawanan
kambing yang kehujanan dimalam kelam, kemudian Allah menyatukan mereka dibawah
kepemimpinan Abu Bakar.
Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam
0 comments:
Post a Comment