Oleh : Azhari
Dari Al Barra' bin 'Azib berkata,
‘Ada seorang yang membaca Surat al-Kahfi sementara disisinya ada seekor kuda
yang diikat dengan dua utas tali. Tiba-tiba ada awan yang menaunginya, awan itu
mendekat sehingga kuda tersebut lari meninggalkannya. Tatkala datang waktu
subuh, orang itu bercerita kepada Rasulullah mengenai kejadian tersebut’ Maka
Rasulullah bersabda, ‘Itu adalah sakinah yang turun karena al-Quran’
(Muttafaqun’alaihi).
Jika seseorang yang membaca al-Qur'an dengan pelan dan ditadabburi
maknanya, maka Allah akan menurunkan sakinah kedalam hatinya.
Kisah ini merupakan salah satu karamah para wali, tetapi tidak setiap
wali mempunyai karamah. Allah menampakkan karamah pada sebagian wali-Nya
sebagai pemuliaan, pengokohan hati dan pembenaran bagi al-haq yang ada padanya.
Jika melihat seorang yang beriman, bertaqwa, dikenal keshalihan dan
keistiqamahannya melakukan sesuatu yang diluar kebiasaan maka itu karamah dari Allah.
Sedangkan para Nabi diberikan mukjizat oleh Allah, setelah wafatnya
Rasulullah saw maka mukjizat terputus karena Rasulullah saw penutup para nabi.
Dilain hal, jika seorang dukun melakukan sesuatu diluar kebiasaan maka
itu tipuan setan dan sihir, terjadi karena bantuan setan yang menipu mata
manusia.
Kitab : Lautan Hikmah dari kisah-kisah nyata dan berharga [Al-Qaulut Tsamin
min Qashashi Ibni Utsaimin]
Karangan : Shalahuddin Mahmud as-Sa’id
0 comments:
Post a Comment