Oleh : Azhari
Bagaimana persiapan diri dan bekal dalam menghadapi hari kiamat, hari
kehancuran paling dahsyat.
1. Ikhlas dalam beramal dengan mengharap ridha Allah swt,
Ingatlah, hanya kepunyaan Allah agama
yang bersih (dari syirik) (Az-Zumar 3).
Beramal yang paling baik yakni amal yang ikhlas karena Allah dan sesuai tuntunan Rasulullah saw (shawab), karena siapa yang beramal
tidak sesuai tuntunan Rasulullah saw maka akan tertolak.
Agar Dia menguji kamu siapa yang
paling baik diantara kamu amalnya (Hud 7).
2. Memperbanyak shalat
Rabi'ah Al-Aslami berkata kepada
Rasulullah saw, ‘Aku ingin menemanimu di surga’
Rasulullah berkata, ‘Kalau
begitu, tolonglah aku dengan memperbanyak sujud’ (HR. Muslim).
3. Banyak zikir
Abdullah bin Busr berkata kepada Rasulullah
saw, ‘Sesungguhnya aturan syariat Islam terasa banyak bagi diriku. Oleh karena
itu, tunjukkanlah kepadaku amal yang dapat aku jadikan pegangan’
Rasulullah saw bersabda,
‘Hendaknya Iidahmu selalu basah dengan zikrullah’ (HR. At-Tirmizi).
4. Pendeknya angan-angan terhadap kehidupan dunia
Ibnu Umar berkata, ‘Bila engkau berada dipagi hari, janganlah menanti
sore hari. Dan manakala engkau berada pada sore hari, janganlah mengharap pagi
hari’
Ketika Sufyan Ats-Tsauri berumur enam puluh tahun dia membeli kain
kafan seraya berkata, ‘Sepatutnya seorang muslim apabila telah berusia enam
puluh tahun, ia membeli kain kafan’
5. Memperbaharui taubat setiap saat
Seorang hamba manakala memperbanyak taubat maka Allah akan mengampuni
dosanya, sebab taubatnya tersebut merupakan bukti atas penyesalan dan rasa
takutnya kepada Allah.
Dan bertaubatlah kalian semuanya
kepada Allah wahai orang-orang yang beriman, mudah-mudahan kamu beruntung
(An-Nur 31).
Dalam hadits sahih disebutkan,
‘Sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang bertaubat (HR. At-Tirmizi dan Ibnu
Majah).
Dalam riwayat Abu Ya’la disebutkan bahwa setan berkata, Aku telah
mencelakakan anak cucu Adam dengan dosa-dosa dan mereka mencelakakan aku dengan
Laailaaha illallaah dan Istighfar.
6. Mengembalikan hak dan harta benda yang dirampas kepada pemiliknya
Rasulullah bersabda, ‘Barangsiapa
mengambil hak seorang muslim, maka ia akan menjumpai Allah dalam keadaan yang
dimurkai-Nya.
Para sahabat bertanya, ‘Sekalipun
itu hanya sedikit, wahai Rasulullah?’
Beliau menjawab, ‘Ya, sekalipun
hanya sepotong kayu siwak’ (HR. Bukhari).
Kitab : Gerbang Kematian (Waja’at sakratul maut bil haq)
Karangan : 'Aidh bin Abdullah al-Qarni
0 comments:
Post a Comment