MAFAHIM ISLAM

MEMAHAMI ISLAM DENGAN MUDAH

Oleh : Azhari

 

Jalan menuju surga adalah jalan yang tidak dikenal kecuali oleh orang-orang tertentu dari kalangan sahabat dan pengikut Rasulullah saw. Allah telah menutup pintu surga setelah turun risalah Muhammad dan tidak akan membukanya kecuali melalui jalannya. Barangsiapa yang berpendapat bahwa ia akan memasuki surga melalui selain jalan Allah, atau ia mendapat petunjuk dengan selain petunjuk Allah maka ia mendapat laknat Allah, laknat para malaikat dan manusia seluruhnya. Allah tidak akan menerima amalnya dan baginya azab yang pedih.

 

Muadz bin Jabal berkata, ‘Wahai Rasulullah, tunjukkan kepadaku satu amal yang jika aku mengerjakannya, Allah memasukkan aku kedalam surga dan menjauhkan aku dari neraka’

 

Rasulullah saw menjawab, ‘Sesungguhnya engkau telah menanyakan sesuatu yang sangat besar padahal ia ringan bagi orang yang diberi keringanan oleh Allah untuk mengamalkannya. Sembahlah Allah dengan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan haji ke Baitullah jika mampu. Engkau mau aku tunjukkan pokok segala tiang dan puncaknya? Pokok segala perkara adalah Islam, tiangnya adalah shalat, sedangkan puncaknya adalah jihad fi sabilillah. Puasa adalah perisai, sedekah itu menghapus kesalahan sebagaimana air memadamkan api dan shalatnya laki-laki di tengah malam’

 

Kemudian Rasulullah saw membaca, ‘Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedangkan mereka berdo’a kepada Rabb-nya dengan rasa takut dan harap. Dan, mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka’ (As-Sajdah 16).

 

Setelah itu, untuk mengakhiri ucapannya Rasulullah saw bersabda, ‘Maukah engkau aku tunjukkan penopang semua ini, yakni penghimpun semuanya yang berserakan ini?’

Muadz menjawab, ‘Tentu saja, wahai Rasulullah’

Rasulullah saw berkata sambil memegang lidahnya, ‘Peliharalah ini!’

Muadz bertanya, ‘Apakah kita akan disiksa karena ucapan kita, wahai Rasulullah?’

Rasulullah saw berkata, ‘Celaka engkau ini, hai Muadz. Bukankah manusia dilempar ke neraka tidak lain karena lidahnya?

(HR At-Tirmizi).

 

Inilah jalan surga yang ditunjukkan oleh Rasulullah saw kepada kita. Sesungguhnya surga telah tertutup sesudah diangkatnya Rasulullah saw, tidak dapat dimasuki kecuali melalui jalan beliau.

 

Jalan menuju surga diperuntukkan bagi wanita melalui jalan yang lebih sederhana.

 

Apabila seorang wanita melakukan shalat lima waktu, menjalankan puasa Ramadhan dan mematuhi suaminya maka ia akan masuk surga Rabb-Nya (HR. Abu Nu’aim).

 

Wanita muslimah merupakan separuh masyarakat jika ia memelihara kesucian dirinya, menutup auratnya dan tinggal dirumahnya (tidak keluyuran), tidak tabarruj dihadapan orang yang bukan mahramnya serta memelihara dirinya saat suaminya tidak ada di rumah. Berarti ia telah membela prinsip-prinsip ajaran Islam. Wanitalah yang mencetak para ulama, para mujahid, para syuhada dan orang-orang saleh.

 

Kitab : Gerbang Kematian (Waja’at sakratul maut bil haq)

Karangan : 'Aidh bin Abdullah al-Qarni

0 comments:

AZHARI

AZHARI

Renungan

KEBERANIANKU TIDAK AKAN MEMPERPENDEK UMURKU

KETAKUTANKU TIDAK AKAN MEMPERPANJANG UMURKU

AKU AKAN TERUS BERJUANG SEMAMPUKU

UNTUK KEBENARAN DAN KEADILAN

HINGGA ALLAH MEMANGGILKU PULANG

ALLAHU AKBAR !



free counters

Pernyataan

Silahkan mengutip artikel di blog ini karena hak cipta hanya milik Allah swt.