Oleh : Azhari
Dan ia membuat
perumpamaan bagi Kami, dan dia lupa kepada kejadiannya. Ia berkata, ‘Siapakah
yang dapat menghidupkan tulang belulang yang telah hancur luluh? Katakanlah, ‘Ia
akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha
Mengetahui tentang segala makhluk’ (Yasin 78).
Ayat diatas turun (asbabun nuzul) ketika Al-Ash bin Wa’il yang
diberikan harta dan anak yang banyak oleh Allah, namun ia kafir kepada Allah.
Dia datang kepada Rasulullah saw dengan membawa tulang yang telah diremukkan,
lalu ia meniup tulang tersebut dihadapan Rasulullah saw sambil berkata, ‘Hai
Muhammad, apakah engkau mengira Tuhanmu dapat mengembalikan tulang yang telah
mati dan hancur ini?’ Maka Rasul menjawab, ‘Allah
akan mematikanmu, lalu akan membangkitkanmu dan setelah itu akan memasukkanmu kedalam
neraka’ (HR. Bukhari dan Muslim).
Pendurhaka yang menentang kekuasaan Allah ini mati dalam perang Badar
dalam keadaan kafir, karena mengingkari kebangkitan dan penghisaban dihadapan
Allah.
Dalam al-Baqarah 260 dikisahkan Nabi Ibrahim as sedang berjalan di
pantai melihat bangkai binatang yang
dimakan oleh binatang buas dan burung. Ibrahim berdiri heran sambil bertanya
dalam hati, bagaimana Allah mengembalikannya seperti semula pada hari kiamat
nanti sementara ia telah hancur?
Kemudian Allah memerintahkan Ibrahim as untuk mengambil 4 ekor burung
dan mencincangnya. Dia mengambil setiap kumpulan daging, tulang dan bulu
burung-burung itu untuk diletakkan pada 4 gunung yang berbeda. Allah
memerintahkan Ibrahim as untuk memanggil burung, Ibrahim berseru, ‘Hai
burung-burung kemarilah dengan izin Allah!’ Maka Allah mengutus ruh kepada
burung-burung tersebut, lalu burung-burung itu terbang.
Manusia akan dibangkitkan dari kuburnya seperti bangun dari tidur.
Dibangkitkan dalam keadaan telanjang dan tanpa disunat, sebagaimana saat
pertama kali diciptakan. Mereka dalam keadaan bingung dan takut kecuali orang
yang dirahmati Allah. Tidak ada rasa aman dan selamat dari laknat dan azab
Allah kecuali mereka yang telah dijamin keselamatannya oleh Allah.
Bahwasanya orang-orang yang telah
ada untuk mereka ketetapan yang baik dari Kami, mereka itu dijauhkan dari
neraka, mereka tidak mendengar sedikitpun suara api neraka, dan mereka kekal
dalam menikmati apa yang diingini oleh mereka. Mereka tidak disusahkan oleh kedahsyatan
yang besar (pada hari kiamat), dan mereka disambut oleh para malaikat.
(Malaikat berkata), ‘Inilah harimu yang telah dijanjikan kepadamu’ (Al-Anbiya
101-104).
Kitab : Gerbang Kematian (Waja’at sakratul maut bil haq)
Karangan : 'Aidh bin Abdullah al-Qarni
0 comments:
Post a Comment