MAFAHIM ISLAM

MEMAHAMI ISLAM DENGAN MUDAH

Oleh : Azhari

 

Para pendahulu kita adalah orang-orang yang sangat mencintai surga dan mereka berusaha memasukinya. Selanjutnya datanglah generasi setelah mereka tidak menyukai jalan menuju kesana. Mereka tidak menjual harta dan dirinya untuk Allah, mereka tidak menginginkan barang dagangan Allah yang mahal (surga).

 

Selesai surga diciptakan, Allah berkata kepadanya, ‘Bicaralah engkau’ Kata surga, ‘Sungguh beruntung orang-orang yang beriman’ (Al-Mukminun 1).

 

Sehari sebelum perang Uhud Rasulullah saw bermusyawarah dengan para sahabat. Setelah bermusyawarah, Rasulullah saw bersabda, ‘Bagaimana pendapat kalian, apakah kita memerangi mereka di jalan-jalan Madinah atau kita pergi menyongsong mereka di gunung Uhud?’

Para sahabat besar berkata, ‘Wahai Rasulullah, sebaiknya kita tetap ditempat kita dijalan-jalan dan dirumah-rumah. Bila mereka menyerbu, kita bunuh mereka’

 

Maka Rasulullah saw sepakat dengan pendapat ini. Namun, baru saja pembicaraan selesai, keluarlah sekelompok sahabat muda sebanyak 80 orang. Mereka memegang pedang dan mengenakan topi, dengan suara keras mereka mengumandangkan sebait nasyid di luar masjid,

‘Kami yang membai'at Muhammad untuk siap berjihad tidak akan tinggal diam selamanya’

 

Lalu seorang pemuda yang usianya sekitar dua puluh tahun berkata, ‘Wahai Rasulullah, keluarlah bersama kami ke gunung Uhud. Janganlah engkau menghalangi kami untuk masuk surga. Demi Allah, aku benar-benar akan masuk surga’

 

Rasulullah saw diam mendengarkan ucapan yang berisi semangat jihad itu, yang membuat berdiri bulu kuduk dan membuat darah mendidih. Rasulullah saw telah mengumumkan bahwa pintu-pintu surga sudah dibuka dan bahwa Allah telah tampak bagi hamba-hamba-Nya, maka beliau bertanya kepada pemuda ini, ‘Dengan apa kamu akan masuk surga?’

Pemuda menjawab, ‘Dengan dua hal; cinta kepada Allah dan dan rasul-Nya, dan aku tidak akan lari pada saat pertempuran berkecamuk’

 

Air mata Rasulullah saw menetes mendengarnya, lalu beliau bertutur sambil mengangkat kedua tangannya, ‘Jika engkau jujur kepada Allah, pasti Allah akan membuktikannya’

 

Para salafus-shalih membela agama dan meninggikannya, mereka menyebarkan Islam keseluruh penjuru dunia. Generasi salaf yang telah mengibarkan panji Laa ilaaha illallah hingga berkibar diatas gunung dan bukit, daratan dan lautan.

 

Sedangkan orang-orang yang datang setelahnya, adalah orang-orang yang menyaksikan kekalahan bukan kemenangan, merasakan kehinaan bukan kemuliaan. Karena mereka rela dengan kehidupan dunia dan mengganti kehidupan akhirat, prioritas mereka selera dan hawa nafsu. Mereka meninggalkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi.

 

Kitab : Gerbang Kematian (Waja’at sakratul maut bil haq)

Karangan : 'Aidh bin Abdullah al-Qarni    

0 comments:

AZHARI

AZHARI

Renungan

KEBERANIANKU TIDAK AKAN MEMPERPENDEK UMURKU

KETAKUTANKU TIDAK AKAN MEMPERPANJANG UMURKU

AKU AKAN TERUS BERJUANG SEMAMPUKU

UNTUK KEBENARAN DAN KEADILAN

HINGGA ALLAH MEMANGGILKU PULANG

ALLAHU AKBAR !



free counters

Pernyataan

Silahkan mengutip artikel di blog ini karena hak cipta hanya milik Allah swt.