Oleh : Azhari
Rasulullah saw dimalam gelap mendatangi pemakaman Baqi' di Madinah, beliau
menangis lama dan berdo’a panjang karena mereka (penghuni kubur) sangat mengharapkan
do’a dan rahmat.
Mutharrif bin Abdullah berkata, ‘Setiap malam Jum'at, aku pergi ke
Bashrah untuk shalat Jum’at. Ditengah jalan aku melewati pemakaman maka aku
mendo’akan mereka. Suatu hari aku tidak berhenti untuk mendo’akan mereka karena
malam sangat dingin. Saat tertidur aku bermimpi ada seorang penghuni kubur itu
datang dan berkata kepadaku, ‘Hai Mutharrif, malam ini engkau tidak memberi do’a
kepada kami. Demi Allah, Allah menerangi kami selama satu pekan karena do’amu
dan do’a saudara-saudaramu orang-orang yang beriman’
Rasulullah bersabda, ‘Sesungguhnya
Allah akan memberikan cahaya kepada penghuni kubur dengan do’aku kepada mereka’
(HR. Muslim).
Kewajiban kita kepada saudara-suadara yang telah meninggal, adalah
menziarahi kuburnya dan mendo’akan mereka karena dengan do’a kita akan memberi
cahaya pada kubur mereka.
Ali bin Abi Thalib ra bercerita, Suatu hari kami mengantarkan jenazah
bersama Rasulullah. Lalu beliau duduk di tepi kubur maka kami duduk disekitar
beliau. Lantas beliau menundukkan kepalanya dan memukul-mukul tanah dengan
sebuah kayu yang dipegangnya. Kemudian beliau mengangkat kepalanya dengan air
mata yang menetes hingga membasahi jenggotnya, seraya berkata,
‘Wahai segenap manusia, sungguh andai
kalian mengetahui apa yang aku ketahui, pasti kalian akan sedikit tertawa dan
banyak menangis’ (HR. Bukhari dan Muslim).
Namun kita justru banyak tertawa dan sedikit menangis, hati menjadi
keras karena melakukan maksiat, mengikuti hawa nafsu dan kesenangan dunia.
Ziarah kubur disyari’atkan untuk mengingatkan bahwa kita suatu saat
akan menghadapi kematian, mempersiapkan amal untuk menghadapinya, mengurangi
kesenangan dunia yang dapat melalaikan dari mengingat Allah. Rasulullah saw
berpesan,
‘Ziarah kuburlah kalian karena ia
akan mengingatkan kepada akhirat’ (HR. Muslim dan Ibnu Majah).
Ziarah kubur bukan untuk bertawassul kepada penghuni kubur, dengan mendatangi
kuburan orang-orang saleh lalu mereka bertawassul kepada mereka, mencari berkah
dan meyakini dapat memberikan manfaat dan menolak bencana. Orang-orang ini amalnya terhapus bila tidak bertaubat kepada
Allah, mereka telah membinasakan amal mereka sendiri.
Bila anda bertanya kepada mereka, ‘Mengapa kalian mengerjakan pekerjaan
syirik dan perbuatan jahiliyah ini?’ Mereka akan menjawab, ‘Kami tidak
menyembah mereka, kami hanya menjadikan mereka (orang-orang saleh) sebagai
wasilah (perantara) kepada Allah dan mencari berkah kepada mereka’
Allah swt berfirman,
Kami tidak menyembah mereka
melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya
(Az-Zumar 3).
Kitab : Gerbang Kematian (Waja’at sakratul maut bil haq)
Karangan : 'Aidh bin Abdullah al-Qarni
0 comments:
Post a Comment