MAFAHIM ISLAM

MEMAHAMI ISLAM DENGAN MUDAH

Oleh : Azhari

 

Ibnu Mas’ud menganalogikan bahwa manusia yang perutnya sedang lapar maka ia akan makan sesuai dengan kebutuhannya, setelah perut kenyang maka ia tidak membutuhkan makanan lagi. Kalaupun dia tetap makan rasanya tidak nikmat dan tidak ada gunanya lagi.

 

Demikian pula bagi hamba Allah, bahwa ia tidak perlu menjalankan amalan yang tidak diperintahkan oleh Allah swt, karena jiwanya tidak membutuhkannya. Dalam hal syari’at, jiwa manusia sudah tak merasakan nikmatnya lagi menjalankan amalan tersebut karena jiwa tidak memerlukannya.

 

Hamba Allah yang benar-benar cinta kepada syari’at-Nya, mereka hanya menjalankan amal yang diperintahkan oleh Allah swt, tidak melebihkan dan tidak menguranginya. la melaksanakan perintah karena dapat mengambil manfaatnya.

 

Sedangkan hamba yang suka melebihkan diri dalam menjalankan ibadah, cenderung melampaui batas dari ketentuan Allah swt. Seseorang yang suka terjun dan tenggelam dalam bid’ah dan amal-amal yang salah, maka hatinya tertutup noda hitam sehingga sulit menerima kebenaran.

 

Orang yang (suka) berbuat bid’ah, maka Allah akan mencabut kebaikan yang sepadan dengan bid’ah yang telah dilakukan (HR. Imam Ahmad).

 

Kitab : Tidak Meniru Golongan Kafir [Iqtidhau ash-shiratil mustaqim mukhalifatu ash-habil jahim]

Karangan : Ibnu Taimiyah

0 comments:

AZHARI

AZHARI

Renungan

KEBERANIANKU TIDAK AKAN MEMPERPENDEK UMURKU

KETAKUTANKU TIDAK AKAN MEMPERPANJANG UMURKU

AKU AKAN TERUS BERJUANG SEMAMPUKU

UNTUK KEBENARAN DAN KEADILAN

HINGGA ALLAH MEMANGGILKU PULANG

ALLAHU AKBAR !



free counters

Pernyataan

Silahkan mengutip artikel di blog ini karena hak cipta hanya milik Allah swt.