Oleh : Azhari
Dikalangan nasrani terdapat suatu kebiasaan merayakan tanggal kelahiran
Isa as, kemudian kebiasaan ini ditiru kalangan muslimin dengan Maulid Nabi
sebagai wujud cinta kepada Rasulullah saw. Kaum muslimin terdahulu tidak
melakukan hal seperti ini, walaupun mereka dikenal generasi yang sangat
mencintai Rasulullah saw.
Kaum muslimin sekarang merayakan Maulid Nabi tujuannya baik hendak
mencari pahala, namun perbuatannya tidak mengikuti sunnah. Masyarakat seperti
ini seperti seseorang yang menghiasi al-Qur’an tapi tidak pernah membaca dan
mempelajarinyanya, atau seperti seseorang yang menghiasi mesjid namun tidak
pernah shalat didalamnya, atau seperti orang yang suka tasbih dan sajadah yang
warna-warni tapi tidak pernah zikir dan sujud diatasnya.
Bila terjadi hal demikian, jangan paksa mereka untuk meninggalkan
kebiasaan tersebut jika akhirnya melakukan yang lebih buruk lagi. Jika bid’ah yang
dilakukan terdapat unsur kebaikan maka arahkan kepada perbuatan yang sesuai
dengan syari’at, karena menjalankan bid’ah yang memiliki unsur kebaikan
termasuk makruh.
Kitab : Tidak Meniru Golongan Kafir [Iqtidhau ash-shiratil mustaqim
mukhalifatu ash-habil jahim]
Karangan : Ibnu Taimiyah
0 comments:
Post a Comment