Oleh : Azhari
Semua ketentuan dan perintah yang menyuruh kaum muslimin agar
membedakan diri dengan kaum kafir merupakan tujuan syara'. Perbedaan meliputi
penampilan diri secara fisik, cara ibadah, ucapan dll. Perintah untuk
membedakan ini telah dijelaskan dalam al-Qur’an dan hadis. Perbedaan tersebut
mempertegas perbedaan Islam dengan agama lain, serta tujuan Allah mengutus Nabi
terakhir untuk menampakkan (keunggulan) agama Islam atas agama-agama lain.
Barangsiapa meniru golongan lain
maka sama halnya dia termasuk golongan itu (HR. Abu Dawud).
Salah satu yang membedakan Islam dengan agama lain adalah saat
memanggil umatnya untuk beribadah. Kaum nasrani memanggil dengan cara
membunyikan lonceng dan kaum yahudi memanggil dengan membunyikan terompet.
Rasulullah saw meminta pendapat sahabat cara memanggil shalat. Ada yang
mengusulkan memasang bendera, menggunakan api obor, lonceng, terompet, dll.
Abdullah bin Zaid pulang kerumah dan terus memikirkan permintaan Rasulullah
saw. Suatu malam Abdullah bin Zaid bermimpi mendengarkan lafal azan, pagi
harinya ia menemui Rasulullah saw untuk menyampaikan mimpinya. Rasulullah saw
setuju dengan cara azan tersebut, kemudian menyuruh Bilal untuk menirukan azan
Abdullah bin Zaid.
Begitulah keputusan Rasulullah saw menggunakan cara khusus cara
memanggil kaum muslimin untuk melakukan shalat. Beliau menolak usulan sahabat
yang meniru kaum yahudi, nasrani dan kaum lainnya. Latar belakang penolakan
Rasulullah saw karena menyerupai nasrani dan yahudi, hal ini menjadi dasar
hukum untuk tidak meniru mereka.
Sesuatu yang mendorong kepada kekufuran atau maksiat maka hukumnya haram,
oleh sebab itu meniru perilaku dan penampilan mereka juga haram. Ketetapan
syariat dihadirkan lewat pertimbangan terhadap dampak yang hendak
ditimbulkannya. Meniru orang kafir akan mengakibatkan tumbuhnya rasa senang,
simpati dan cinta sehingga menjadi kebiasaan, serta akan timbul rasa sehati dan
sejiwa.
Kitab : Tidak Meniru Golongan Kafir [Iqtidhau ash-shiratil mustaqim
mukhalifatu ash-habil jahim]
Karangan : Ibnu Taimiyah
0 comments:
Post a Comment